Kerontokan rambut merupakan suatu hal yang sering dikeluhkan oleh perempuan yang mengalami penyakit ginjal kronis (PGK) baik dengan atau tanpa hemodialisis (HD). Kerontokan rambut pasien HD bersifat telogen effluvium, yang artinya folikel rambut berhenti tumbuh secara mendadak, memasuki fase istirahat (telogen) dan kemudian mengalami kerontokan. Kerontokan yang ditimbulkan pada umumnya bersifat difus.
Terdapat berbagai teori yang dapat menjelaskan penyebab kerontokan pasien gagal ginjal yang menjalani HD. Di antaranya adalah malnutrisi, efek samping obat, gangguan endokrin dan autoimun.
Malnutrisi
Pasien HD sering mengalami anemia gizi besi. Diperkirakan bahwa kurangnya zat besi membuat transpor oksigen ke jaringan terganggu. Apabila kebotakan diakibatkan oleh kekurangan zat besi, maka suplementasi zat besi dapat memberikan perbaikan.
Zinc merupakan mikronutrien vital. Kekurangan zinc dapat berdampak pada hampir semua sistem organ, termasuk menyebabkan kerontokan rambut. Pasien PGK dapat kekurangan zinc karena masalah asupan nutrisi. Kebotakan akibat defisiensi zinc terjadi secara perlahan dan paralel dengan tingkat keparahan. Namun demikian, suplementasi zinc dapat mengembalikan dengan cepat masalah kebotakan tersebut
Pengaruh Obat
Beberapa pasien melaporkan mengalami kebotakan saat mengkonsumsi captopril dan obat golongan statin. Selain itu, penggunaan heparin pada saat proses HD juga dilaporkan berkaitan dengan kerontokan rambut. Pada umumnya, rambut tumbuh kembali ketika pengobatan dihentikan. Meskipun demikian, bagaimana mekanisme kerja obat ini terhadap kebotakan belum diketahui.
Gangguan Endokrin
Pasien gagal ginjal mengalami gangguan ekskresi sehingga terjadi peningkatan kadar nitrogen dalam darah dan terjadilah sindrom uremia. Sindrom uremia ini mengganggu sistem endokrin sehingga terjadi penurunan hormon androgen. Penurunan hormon ini akan menimbulkan telogen effluvium.
Autoimun
Penyakit autoimun seperti Systemic Lupus Erythematosus (SLE) biasanya menyebabkan kebotakan dalam bentuk telogen effluvium.
Pengobatan kerontokan rambut biasanya membutuhkan waktu hingga rambut tumbuh kembali. Sambil menunggu rambut tumbuh, pasien bisa mengubah gaya rambut, menghindari menggunakan pewarna rambut atau mengikat rambut terlalu kencang. Apabila penyebabnya adalah nutrisi, maka dianjurkan untuk mengkonsumsi protein, obat, vitamin, dan mineral sesuai yang diresepkan oleh dokter.
Source:
Nunley, Julia R.; Lerma, Edgar V. (2015). Dermatological Manifestations of Kidney Disease || Alopecias. , 10.1007/978-1-4939-2395-3(Chapter 15), 159–167. doi:10.1007/978-1-4939-2395-3_15
Pistrosch, F., Herbrig, K., Parmentier, S., & Gross, P. (2008). New onset of alopecia in a young woman with end-stage renal disease. NDT plus 1 (3), 162–163. https://doi.org/10.1093/ndtplus/sfn031
Leave A Comment