Air merupakan salah satu kebutuhan utama tubuh manusia dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh. Semua yang kita konsumsi, terutama dalam bentuk cairan, akan melalui ginjal untuk dibersihkan dan dibuang keluar apabila dinilai sudah tidak bermanfaat untuk tubuh.

Oleh sebab itu, sangat penting kita menjaga asupan air. Minuman merupakan salah satu sumber yang paling mudah untuk mendapatkan tambahan air dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Melalui minuman, kita dapat mengembalikan keseimbangan cairan tubuh terutama setelah melakukan aktivitas fisik harian, olahraga atau mengkonsumsi makanan yang tinggi garam.

Semakin beragam dan banyak kandungan mineral dalam sebuah minuman, maka akan semakin banyak & berat juga kerjaan ginjal dalam membersihkan kandungan yang tidak bermanfaat untuk tubuh.

Dari berbagai minuman yang ada, minuman ringan adalah jenis minuman yang paling banyak ragam dan kandungannya. Mulai dari minuman manis dengan berbagai rasa, minuman mengandung soda, hingga minuman berenergi.

Umumnya kandungan dari minuman ringan antara lain gula, pemanis buatan, perisa alami atau sintetik, bahan pengawet, bahan penstabil, berbagai jenis mineral dan karbonasi tambahan. Minuman ringan paling mudah untuk kita temui karena tersedia mulai dari warung sebelah rumah hingga supermarket mewah di mall ibukota.

Beberapa penelitian telah dilakukan dari tahun 2007 hingga 2019 ini dalam mengkaji pengaruh konsumsi minuman ringan terhadap kinerja ginjal. Beberapa diantaranya menunjukkan konsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan resiko terkena gangguan ginjal hingga gagal ginjal.

Hal ini terjadi karena berbagai kandungan mineral dan bahan lainnya yang dikonsumsi secara berlebihan dari minuman ringan membuat ginjal harus bekerja lebih berat dan beberapa diantaranya merusak struktur dari ginjal itu sendiri. Kemudian diperparah dengan kurangnya konsumsi air mineral yang cukup untuk membantu ginjal dalam bekerja.

Minuman ringan tetap dapat kita konsumsi dalam batas wajar dan dibarengi dengan konsumsi air mineral yang cukup dalam keseharian kita. Ada baiknya pilihan utama saat kita merasakan haus dan membutuhkan asupan cairan adalah minuman air mineral tanpa tambahan bahan apapun. Minuman ringan lebih menjadi pilihan alternatif dan terjadwal di hari-hari tertentu saja.

Sumber:
Cheungpasitporn W., et. al. 2014. Associations of sugar-sweetened and artificially sweetened soda with chronic kidney disease: a systematic review and meta-analysis. Nephrology (Carlton). DOI: 10.1111/nep.12343
Greene E., et. al. 2014. Energy drink-induced acute kidney injury. Ann Pharmacother. DOI: 10.1177/1060028014541997
Rebholz C. M., et. al. 2019. Patterns of Beverages Consumed and Risk of Incident Kidney Disease. Clinical Journal of the American Society of Nephrology. DOI: 10.2215/CJN.06380518
Saldana T. M., e.t al. 2007. Carbonated beverages and chronic kidney disease. Epidemiology. DOI: 10.1097/EDE.0b013e3180646338
Yuzbashian E., et. al. 2016. Sugar-sweetened beverage consumption and risk of incident chronic kidney disease: Tehran lipid and glucose study. Nephrology (Carlton). DOI: 10.1111/nep.12646