{"id":3582,"date":"2021-10-05T03:07:02","date_gmt":"2021-10-05T03:07:02","guid":{"rendered":"https:\/\/renalmed.co.id\/?p=3582"},"modified":"2021-12-13T01:58:43","modified_gmt":"2021-12-13T01:58:43","slug":"mengatur-nutrisi-tepat-dan-seimbang-untuk-pasien-hd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/renalmed.co.id\/?p=3582","title":{"rendered":"Mengatur Nutrisi tepat dan Seimbang untuk Pasien HD"},"content":{"rendered":"<p>Pola makan sehari-hari sangat mempengaruhi fungsi berbagai organ dalam tubuh kita. Memenuhi kebutuhan asupan nutrisi sangat penting agar tetap menjaga setiap proses yang dilakukan oleh organ-organ tubuh kita tetap berjalan lancar dan seimbang.<\/p>\n<p>Pemenuhan nutrisi untuk organ ginjal kita tidak kalah penting. Ginjal membutuhkan berbagai nutrisi dalam bekerja menyaring dan membersihkan cairan tubuh kita. Kekurangan asupan nutrisi yang dibutuhkan akan mengurangi kemampuan ginjal kita dalam bekerja.<\/p>\n<p>Akan tetapi, ada juga beberapa jenis nutrisi yang justru menambah beban kerja ginjal saat kita konsumsi secara berlebihan. Beberapa zat yang sebenarnya memberikan manfaat seperti natrium, kalium, dan beberapa mineral lainnya, dapat meningkatkan beban kerja ginjal kita apabila konsumsinya terlalu tinggi.<\/p>\n<p>Hal ini membutuhkan perhatian lebih untuk kondisi pasien yang menjalani hemodialisa rutin. Fungsi ginjal yang sudah menurun membutuhkan perhatian khusus dalam pola makanan dan kandungan nutrisinya. Ditambah lagi, pada proses dialisis, terdapat beberapa nutrisi yang keluar lebih banyak terutama protein sehingga butuh penambahan asupan protein yang tepat juga untuk pasien HD.<\/p>\n<p>Pemilihan nutrisi yang aman untuk pasien HD dapat dilakukan sebagai berikut:<br \/>\nPastikan kalori harian tercukupi untuk mencegah menurunnya kadar protein dalam tubuh yang lebih banyak lagi.<br \/>\nAsupan protein harus diatur sesuai dengan berat badan dan kondisi ginjal, terutama saat selesai menjalani proses dialisis.<br \/>\nKurangi tambahan garam di menu makanan sehari-hari dan utamakan makanan segar daripada makanan kemasan atau sudah diawetkan, siap saji, dan jenis-jenis cemilan asin.<br \/>\nKurangi konsumsi makanan yang mengandung kalium dari golongan sayuran dan buah dengan memotong-motong kecil, cuci dengan bersih, dan masak hingga matang.<br \/>\nBatasi asupan cairan sesuai perhitungan dokter, termasuk dalam hal minuman dan makanan yang mengandung cairan seperti sop atau jus.<\/p>\n<p>Sangat penting untuk pasien HD melakukan konsultasi bukan cuma dengan dokter yang melakukan perawatan dialisis dan ginjal, tetapi juga dengan dokter gizi dan ahli gizi untuk mendapatkan pemilihan nutrisi yang lebih akurat, aman dan bermanfaat.<\/p>\n<p>Sangat diperlukan juga bantuan dari kerabat, keluarga, atau lingkungan komunitas yang mendukung pasien HD dapat selalu menjaga asupan nutrisi sehari-harinya tetap terjaga dengan baik.<\/p>\n<p><strong>Sumber:<\/strong><br \/>\nLocatelli F., et. al. 2017. Nutritional Issues with Incremental Dialysis: The Role of Low-Protein Diets. Seminars in Dialysis. DOI: 10.1111\/sdi.12585<br \/>\nLim H.S., et. al. 2019. Nutritional Status and Dietary Management According to Hemodialysis Duration. Clinical Nutrition Research. DOI: 10.7762\/cnr.2019.8.1.28<br \/>\nKalantar-Zadeh K., et. al. 2015. Dietary restrictions in dialysis patients: is there anything left to eat?. Seminars in Dialysis. DOI: 10.1111\/sdi.12348<br \/>\nIkizler T.A. 2013. Optimal Nutrition in Hemodialysis Patients. Advances in Chronic Kidney Disease. DOI: 10.1053\/j.ackd.2012.12.002<br \/>\nStark S., et. al. 2011. Nutritional Intake in Adult Hemodialysis Patients. Topics in Clinical Nutrition. DOI: 10.1097\/TIN.0b013e3181faba4c<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pola makan sehari-hari sangat mempengaruhi fungsi berbagai organ dalam tubuh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3620,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[40],"tags":[],"class_list":["post-3582","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-scientific-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/renalmed.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3582","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/renalmed.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/renalmed.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/renalmed.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/renalmed.co.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3582"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/renalmed.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3582\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3583,"href":"https:\/\/renalmed.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3582\/revisions\/3583"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/renalmed.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3620"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/renalmed.co.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3582"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/renalmed.co.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3582"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/renalmed.co.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3582"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}